Kamis, 22 Januari 2026

Indonesia Punya Lebih dari 100 Spot Paralayang, Siap Dikembangkan

Indonesia Punya Lebih dari 100 Spot Paralayang, Siap Dikembangkan


KOMPAS.com – Pelopor paralayang Indonesia yang juga anggota Asosiasi Penerbangan Tandem dan Paralayang Indonesia (APTIPI) Gendon Subandono mengatakan, Indonesia memiliki lebih dari 100 spot paralayang untuk semakin dikembangkan. “Sampai akhir 2020, setidaknya ada lebih dari 100 spot istimewa untuk paralayang yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Baik di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Papua,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan olehnya dalam webinar Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) bertajuk “Membangkitkan Kembali Pariwisata Indonesia Melalui Wisata Petualangan” pada Kamis (14/1/2021).

Dari jumlah tersebut, menurut Gendon hanya ada 15 lokasi saja yang menjadi tulang punggung perkembangan wisata paralayang dengan enam lokasi berada di Bali dan dipegang oleh empat operator wisata paralayang.

Di Puncak, Jawa Barat sendiri menjadi salah satu spot yang masif juga untuk perkembangan wisata. Sulawesi, di Manadao, dan di Sulawesi Tengah juga perkembangannya bagus,” tuturnya. Ada juga lokasi wisata paralayang di Kemuning, Sidomukti, dan Gunung Banyak. Gendon mengatakan, Gunung Banyak di Jawa Timur menjadi lokasi wisata paralayang karena diawali dari Pekan Olahraga Nasional (PON) XV.

Lokasi lain yang bisa semakin dimajukan Gendon menyatakan bahwa Sumatera Barat (Sumbar) memiliki cukup banyak spot paralayang untuk semakin dikembangkan.

Meski spot paralayang yang ada tidak sebanyak di Gunung Banyak, Puncak, atau Bali, namun Sumbar dikatakan oleh Gendon memiliki potensi yang besar. “Di Danau Toba punya tempat yang banyak dan sangat berpotensi untuk dikembangkan, termasuk di Sumbar ada di Danau Maninjau, Danau Singkarak, dan ada di beberapa tempat lain yang cukup jadi andalan terkait lokasi,” ujarnya. Menurutnya, semakin dikembangkannya lokasi wisata paralayang, maka semakin maju lokasi tersebut dan dapat dijadikan sebagai destinasi wisata baru.

Sebab, lanjut Gendon, paralayang merupakan atraksi wisata yang menarik mata banyak pengunjung dan berbeda dengan wisata olahraga lainnya. “Paralayang bisa jadi atraksi tambahan agar pengunjung di destinasi wisata bisa lebih banyak yang datang,” ucapnya.

Mulai gencar sejak 1995 

Kegiatan paralayang semakin gencar dipromosikan sebagai salah satu wisata petualangan sejak 1995 meski belum secara masif diketahui masyarakat.

Meski begitu, Gendon mengatakan bahwa wisata petualangan tersebut mulai dikenal dan mengalami peningkatan peminat sejak 2005 hingga sekarang. Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat untuk melakukan wisata paralayang merupakan hasil dari para pelaku paralayang yang selalu gencar mengembangkan lokasi penerbangan agar semakin banyak.

“Kegiatan kita berkembang secara hobi dan olahraga saja. Tapi mulai dari 2000-an, dari sisi prestasi ada lonjakan tajam karena masuk PON,” kata Gendon. “Tahun 2000-2019 itu prestasi paralayang Indonesia cukup meningkat tajam. Dari sisi pariwisata, kegiatan wisata sudah mulai sejak 1995. Hanya memang jadi masif setelah mulai 2005-2019,” lanjutnya.

Wajib Dikunjungi, Inilah Rekomendasi Tempat Wisata Paralayang di Indonesia

Wajib Dikunjungi, Inilah Rekomendasi Tempat Wisata Paralayang di Indonesia



RADAR MALIOBORO – Paralayang mulai terkenal di Indonesia pada tahun 1988. Saat itu, seorang fotografer asal Perancis memberikan parasut paralayang kepada Lody Korua sebagai hadiah karena telah menemani Ekspedisi Perancis di Pulau Seram. Meski diterima, parasut awalnya hanya diserahkan kepada Lody Korua.

Setelah beberapa waktu, parasut tersebut dipinjamkan kepada mendiang almarhum Dudy Arief Wahyudi. Parasut ini dibawa ke Yogyakarta, dimana mendiang Dudy Arief Wahyudi Gendon Subandno mulai belajar sendiri cara olahraga paralayang secara mandiri.

Nah sejak saat itu paralayang mulai berkembang di Indonesia. Parasut jenis Dakkar Everest  banyak digunakan untuk latihan oleh masyarakat pada saat itu. 

Awalnya olahraga ini dikenal dengan sebutan "terjun gunung". Namun seiring berjalannya waktu, minat terhadap olahraga ini semakin meningkat. Sejak tahun 1992, beberapa lokasi di Indonesia telah dikenal sebagai lokasi populer untuk olahraga paralayang.

Kalau berminat untuk mencoba olahraga paralayang, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Kamis (2/5) Dikutip dari blibli, ada beberapa rekomendasi tempat wisata paralayang di Indonesia.

Link Artikel


Paralayang Batu, Pengalaman Perspektif Baru Saat Terbang Seru

Paralayang Batu, Pengalaman Perspektif Baru Saat Terbang Seru



Deru angin lembut menyapu wajah dan kaki melayang di udara. Dalam sejenak, kamu akan terbang di atas hamparan lanskap Kota Batu. Sensasi itu menanti kamu saat naik paralayang Batu, Malang, Jawa Timur.

Ini bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan sebuah puisi visual yang memadukan keindahan alam, adrenalin, dan kebebasan tak terbatas. Dari ketinggian, mata kamu akan terbuka dan melihat perspektif baru tentang hidup.

Batu, Kota di Antara Awan dan Impian

Kota Batu yang dijuluki "Kota Apel" telah lama dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Timur. Perkebunan subur, udara sejuk pegunungan, serta ragam atraksi modern adalah magnet wisatawan di wilayah ini.

Kota Batu yang Dikepung Pegunungan

Terletak di dataran tinggi, Kota Batu dikelilingi gugusan pegunungan megah, seperti Gunung Panderman dan Arjuno-Welirang. Lanskapnya berbukit-bukit dan lembah hijau menyuguhkan pemandangan menawan di setiap sudut.

Selain pesona alamnya, Batu juga kaya akan budaya dan keramahan penduduknya, menciptakan atmosfer yang nyaman menjadi ”penghangat” bagi setiap pengunjung di wilayah yang terkenal berhawa sejuk ini.

Mengapa Batu jadi Lokasi Favorit Paralayang?

Kondisi geografis dan iklim Kota Batu ideal untuk aktivitas paralayang. Anginnya stabil dan topografi berbukit mendukung untuk kamu yang siap lepas landas.

Perbedaan ketinggian yang signifikan menawarkan jalur terbang yang panjang dan panorama spektakuler. Titik lepas landasnya berada di Gunung Banyak yang telah disiapkan secara khusus untuk olahraga ini.

Kamu bisa merasakan hembusan angin pegunungan yang sempurna untuk menopang parasut ketika kamu terbang dari paralayang Batu. Kamu akan melayang anggun di atas lembah dan kota.

Pengalaman Terbang: Saat Bumi Menjauh, Langit Membuka Cerita Baru

Saat parasut mengembang dan meninggalkan langkah terakhir di tepi tebing, sebuah dimensi baru terbuka. Penerbangan dari paralayang Batu adalah momen untuk merasakan kebebasan tanpa batas.

Kamu akan merasakan hembusan angin yang membelai, sensasi melayang yang ringan, dan keheningan yang sesekali dipecahkan oleh suara angin. Pengalaman ini akan menguji adrenalin sekaligus menenangkan jiwa.

Ini adalah kesempatan melihat dunia dari sudut pandang berbeda sambil melepas segala beban pikiran dan membiarkan dirimu larut dalam keindahan panorama yang disajikan alam.

Tips untuk Terbang yang Lebih Menyenangkan

Agar petualangan paralayang Batu semakin seru dan aman, perhatikan beberapa persiapan sederhana.

Datang Pagi atau Sore Hari

Waktu terbaik untuk paralayang Batu adalah pagi hari sekitar pukul 08.00–11.00 WIB atau sore hari pukul 14.00–17.00 WIB.

Kondisi angin cenderung lebih stabil dan cuaca tidak terlalu panas di jam-jam ini, sehingga penerbangan kamu akan lebih nyaman dan aman.

Gunakan Pakaian yang Nyaman dan Bergerak Bebas

Pilihlah pakaian yang longgar dan nyaman agar bisa bergerak bebas saat lepas landas dan mendarat. Gunakan celana panjang, kaus, dan jaket tipis untuk melindungi kulit dari gesekan tali harness dan paparan angin.

Pakai Sepatu Tertutup dan Anti-Slip

Kenakan sepatu olahraga atau sepatu gunung yang tertutup dan memiliki sol anti-slip. Hindari mengenakan sandal atau sepatu hak tinggi karena berisiko terlepas atau menyebabkan cedera saat berlari di medan lepas landas atau saat mendarat.

Bawa Kamera/HP + Tali Pengaman

Dokumentasikan penerbanganmu sambil memastikan kamera aksi (GoPro) atau smartphone kamu dilengkapi tali pengaman yang kuat agar tidak terjatuh saat di udara.

Jika kamu tak ingin membawanya, banyak operator yang menyediakan layanan dokumentasi.

Makan yang Cukup, Tapi Jangan Berlebihan

Makanlah secukupnya sebelum terbang agar tubuh berenergi. Tapi hindari makan sampai kekenyangan karena bisa menyebabkan mual atau ketidaknyamanan saat melayang di udara.

Tenang Saja, Kamu Terbang Bersama Profesional!

Tetaplah tenang dan percayakan pada pemandu (tandem pilot). Mereka adalah profesional bersertifikat yang sudah mengantongi ribuan jam terbang.

Dengarkan instruksi mereka dengan seksama, dan nikmati setiap detik petualangan terbang kamu dengan paralayang Batu.

Rasakan Langsung Pengalaman yang Mengesankan

Perkiraan harga untuk penerbangan dengan tandem pilot bervariasi. Biaya untuk merasakan pengalaman luar biasa ini dimulai dari Rp400.000–Rp600.000 per orang. 

Biaya itu tergantung operator dan paket yang dipilih dan biasanya sudah termasuk dokumentasi foto atau video. Sementara prosedur penerbangannya cukup sederhana.

Kamu akan dipasangkan dengan tandem pilot profesional menggunakan harness khusus yang aman. Aspek keamanan adalah prioritas utama, karena semua peralatan dicek secara berkala dan pilot memiliki lisensi yang valid.

Setelah mendapat briefing singkat dan pemasangan alat, kamu akan diajak berlari kecil menuruni lereng bukit hingga parasut mengembang sempurna dan kamu terangkat ke udara.

Durasi terbang bervariasi tergantung kondisi angin, antara 10–20 menit di udara. Durasi ini cukup untuk merasakan sensasi melayang dan mengagumi panorama 360 derajat. 

Setelah itu, kamu akan mendarat dengan mulus di area pendaratan yang telah ditentukan dan langsung membungkusnya dalam memori yang akan kamu ingat seumur hidup.

Cara Menuju Paralayang Batu

Untuk menuju lokasi Paralayang Batu di Gunung Banyak, Kota Batu, Anda memiliki beberapa opsi transportasi, tergantung dari mana Anda memulai perjalanan.

Dari Pusat Kota Malang

Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor)

Ini adalah opsi paling fleksibel. Kamu hanya perlu mengikuti petunjuk arah menuju Kota Batu, lalu cari arah ke Gunung Banyak atau Omah Kayu. 

Jika start dari Alun-Alun Malang, perjalanannya sekitar 28 kilometer dan berdurasi sekitar 45-60 menit tergantung lalu lintas. Tersedia area parkir di lokasi. 

Angkutan Umum

Kamu bisa menuju Terminal Arjosari, Kota Malang, lalu naik angkot menuju Terminal Landungsari. Dari sana, lanjutkan dengan angkot jalur Batu (misalnya BL/Batu-Landungsari) menuju pusat Kota Batu.

Dari Alun-Alun Batu, kamu akan melanjutkan perjalanan dengan ojek online atau taksi lokal menuju Gunung Banyak.

Dari Pusat Kota Batu

Kendaraan Pribadi (Mobil/Motor)

Dari Alun-Alun Batu, ikuti petunjuk arah menuju Gunung Banyak atau Omah Kayu. Jaraknya sekitar 7,6 kilometer lewat jalur utama.

Perlu diingat, jalanan menuju puncak Gunung Banyak cukup menanjak dan berkelok, jadi tetap hati-hati.

Ojek Online atau Taksi Lokal

Ini adalah pilihan paling praktis jika Anda tidak membawa kendaraan pribadi. Pesan ojek online sekitar Rp20.000–Rp25.000. Bisa juga dengan taksi dari lokasi Anda di Batu langsung menuju area Paralayang Gunung Banyak.

Melayang di atas Kota Batu bukan sekadar soal ketinggian, ini tentang keberanian melepas pijakan, lalu membiarkan langit membuka perspektif baru. Dari angin yang membelai wajah hingga lanskap yang membentang sejauh mata memandang, setiap detik di udara adalah cerita yang tak terlupakan. 

Maka jika hati memanggil untuk sejenak keluar dari rutinitas dan merasakan kebebasan dalam bentuk paling murni, datanglah ke Batu. Rasakan sendiri sensasi paralayang yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga membangkitkan jiwa petualang dalam diri

Keunikan Wisata Paralayang Batu Hingga Pilihan Aktivitas

Keunikan Wisata Paralayang Batu Hingga Pilihan Aktivitas


Keunikan Wisata Paralayang Batu

Keistimewaan wisata paralayang Batu tidak hanya terletak pada aktivitas olahraga saja, tetapi juga menyuguhkan panorama indah dari puncak gunung. 

Anda dapat menikmati pemandangan Kota Batu dari ketinggian, serta hamparan pegunungan hijau yang menyejukkan mata karena lokasinya di dataran tinggi.

Meski rute menuju wisata paralayang Batu cukup menantang, tetapi jalan yang dilalui menawarkan pemandangan pegunungan yang memanjakan mata.

Lokasi, Jam Operasional, Harga Tiket

Wisata paralayang Batu terletak di kawasan Gunung Banyak, tepatnya di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon dengan waktu tempuh sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota.

Jam operasional wisata paralayang Batu buka setiap hari selama 24 jam penuh, kecuali hari Jumat hanya buka pukul 13.00-17.00 WIB saja.

Umumnya, biaya untuk menikmati paralayang berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per orang yang sudah termasuk perlengkapan keselamatan dan instruktur berpengalaman.

Pilihan Aktivitas di Wisata Paralayang Batu

Kawasan wisata paralayang Batu ini juga menawarkan berbagai aktivitas menarik lainnya yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Beberapa di antaranya adalah

1. Paralayang

Paralayang menjadi aktivitas utama di wisata paralayang Batu. Anda bisa merasakan sensasi terbang bebas sambil menikmati pemandangan dari ketinggian. 

Bagi pemula, tersedia fasilitas tandom beserta satu orang instruktur berpengalaman untuk membantu mengemudikannya. 

Pengalaman ini tidak hanya menawarkan adrenalin, tetapi juga memberikan kesempatan untuk melihat kawasan wisata paralayang Batu dari perspektif berbeda

2. Omah Kayu

Omah Kayu atau rumah pohon adalah salah satu yang populer di kawasan wisata paralayang Batu yang sering dijadikan spot berburu foto oleh wisatawan.

Terletak tidak jauh dari lokasi take-off paralayang, Omah Kayu menawarkan pengalaman menginap yang unik di tengah hutan pinus. 

Dari kawasan wisata paralayang Batu ini, Anda dapat menikmati pemandangan lembah yang hijau dengan udara sejuk khas dataran tinggi.

3. Taman Langit 

Taman Langit adalah sebuah taman di kawasan wisata paralayang Batu yang menawarkan berbagai spot foto menarik dengan tema yang unik.

Beberapa spot yang populer antara lain jembatan langit, patung malaikat, dan replika bangunan ikonik dunia. 

Taman Langit juga menyediakan beberapa fasilitas seperti tempat duduk untuk bersantai dan kafe dengan pemandangan kawasan wisata paralayang Batu yang menakjubkan.

4. Outbound
Selain menikmati keindahan alam dari ketinggian dengan paralayang, Anda juga bisa merasakan sensasi memacu adrenalin melalui kegiatan outbound.
Kawasan wisata Paralayang Batu menyediakan berbagai permainan team building yang dirancang untuk meningkatkan kerjasama antar anggota tim.
Mulai dari memecahkan teka-teki bersama hingga tantangan fisik yang menguji ketangkasan, kegiatan ini akan memperkuat ikatan tim Anda.

Keindahan di Bukit Paralayang dan Pantai Parangtritis Yogyakarta

Keindahan di Bukit Paralayang dan Pantai Parangtritis Yogyakarta

Yogyakarta adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Indonesia, dikenal dengan keindahan alamnya yang mempesona. Ada beberapa tempat yang menarik perhatian para wisatawan yaitu Bukit Paralayang Watu Gupit dan Pantai Parangtritis Yogyakarta. Bukit yang terletak di Desa Tepus, Kabupaten Gunung kidul ini menawarkan panorama alam yang spektakuler dan pengalaman paralayang yang tak terlupakan. 

Selain itu pantai terindah di Yogyakarta yang menawarkan keindahan alam yang luar biasa dan pesona yang memikat hati setiap pengunjung. Terletak sekitar 27 kilometer sebelah selatan Yogyakarta, pantai ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang spektakuler, tetapi juga memiliki daya tarik budaya yang unik. 

Dengan pasir putih yang lembut, ombak yang menggulung, dan keberagaman aktivitas yang ditawarkan, Pantai Parangtritis menjadi destinasi yang sempurna untuk berlibur dan menikmati keindahan alam.

Dalam artikel ini, akan dibahas tentang keindahan di Bukit Paralayang Watu Gupit Yogyakarta dan Pantai Parangtritis yang akan memukau setiap pengunjungnya

Keindahan Alam Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis menawarkan pemandangan alam yang tidak dapat dilupakan. Ketika menginjakkan kaki di pantai ini, Anda akan disambut dengan pasir putih yang lembut dan halus. Memandang ke sekitar, anda akan disuguhkan pemandangan laut yang luas dan birunya samudra yang membentang ke kejauhan. Garis pantai yang melengkung dan batuan karang yang menjulang menambah pesona alami pantai ini.

Bagi pecinta olahraga air, Pantai Parangtritis adalah tempat yang ideal untuk menikmati kegiatan surfing. Ombak yang kuat dan tinggi di pantai ini menjadi tantangan yang menarik bagi para peselancar. Peselancar pemula hingga yang berpengalaman dapat menikmati sensasi berselancar di Pantai Parangtritis.






Atlet Paralayang Mancanegara Terpesona Keindahan Alam Gunung Kidul pada Trip of Indonesia (TROI) Seri 3

Atlet Paralayang Mancanegara Terpesona Keindahan Alam Gunung Kidul pada Trip of Indonesia (TROI) Seri 3

Gunung Kidul- " Jawa sangat menakjubkan, pemandangan disini (Gunung Kidul) sangat indah.  Saat melakukan pendaratan paralayang selalu ada masyarakat lokal yang membantu. Mereka sangat ramah dan selalu mengajak berfoto. Pengalaman ini sangat menyenangkan, saya sangat menyukainya. Ini melebihi imajinasi" tutur Firas, salah satu atlet peserta TROI Paralayang Seri 3.

Firas yang merupakan WNA kebangsaan Turki sangat terkesan dengan pemandangan dan keramahan masyarakat lokal di Indonesia, khusunya Gunung Kidul. 

Kepersertaan Firas dalam event ini tak lepas dari peran komunitas atlet dan pecinta paralayang. Ia juga bercerita sangat senang sekali bisa berkumpul  dan berkompetisi bersama atlet paralayang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, Bali, Sumatera, Jawa dan daerah lainnya.

TROI Seri 3 di gelar di  Embung Sriten, Desa Pilangrejo, Kec Nglipar, Gunung Kidul, Yogyakarta.Di tempat yang memesona tersebut sekitar 25 atlet paralayang menunjukkan aksinya pada gelaran Trip of Indonesia (TROI) Paralayang Seri 3 yang berlangsung selama 3 hari dari 25 sd 27 Agustus 2023.

Event paralayang tahunan ini menjadi bagian dari gelaran "Sriten Festival", yang mengusung tema "Destination, Sport and Culture". Acara ini merupakan hasil kolaborasi Kemenpora, Dinas Pariwisata Kab Gunung Kidul dan Prov DIY, FASI Paralayang DIY, Yayasan TROI serta kecamatan dan kelurahan setempat. 

Selain untuk mengembangkan sport tourism di Indonesia, event ini menjadi salah satu ajang kompetisi atlet-atlet paralayang Indonesia.

Tercatat beberapa nama pemenang dalam event ini adalah Juara 1,Yustira Ramadani (Jatim),  juara 2 Randi Iswahyudi(Sumbar), juara 3 Nuri Mustofa(Jateng), juara 4 Fauzan Asra (Sumbar), juara 5 Rahmad Sauma (DKI), dan juara 6 Amri Pritiawan (DIY).

Sedangkan untuk Cross Country Clinik dimenangkan oleh Ninik Rista (Bali), Nasywa (DIY) dan Gusnida Rosa (DIY).

Dalam sambutannya pada penutupan kegiatan Minggu (27/8) di Gunung Kidul, Deputi Pembudayaan Olahraga, Raden Isnanta memberikan selamat kepada para pemenang, juga apresiasi seluruh peserta dan panitia yang telah sukses menyelenggarakan acara. Isnanta berharap akan lebih banyak lagi event-event sport tourism dapat memberikan dampak kepada masyarakat. "Selain sebagai ajang kompetisi para atlet, event- event semacam ini semoga terus bisa dilakukan, dengan semakin banyak peserta, semakin banyak yang mempromosikan tempat- tempat wisata (sport tourism). Juga dapat meningkatkan keterlibatan UMKM setempat, sehingga terasa dampak ekonominya secara langsung" papar Isnanta. 

Kemenpora akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk terus menggerakkan sport tourism di Indonesia melalui olahraga. 

Salah satu hal yang penting dalam upaya tersebut adalah publikasi yang optimalsehingga mampu menarik lebih banyak  partisipasi atlet, juga wisatawan domestik  bahkan mancanegara seperti Firas.

Firas memang tak mendapatkan juara di event ini, tapi event ini memberikan kesan mendalam bagi Firas tentang Indonesia.(tbs)

Link Artikel


BBK 5 Unair Dorong Branding Desa Klangon Lewat Paralayang Watu Bayang

BBK 5 Unair Dorong Branding Desa Klangon Lewat Paralayang Watu Bayang

Madiun, Jawa Timur -- Desa Klangon, yang terletak di Kecamatan Saradan, Madiun, kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata berkat keberadaan Paralayang Watu Bayang. Tidak hanya menawarkan pengalaman terbang bebas yang menantang, tetapi juga menjadi bagian dari strategi branding desa sebagai pusat wisata olahraga ekstrem. Dalam upaya memperkuat identitas ini, tim BBK 5 Universitas Airlangga (Unair) turut berkontribusi melalui berbagai inisiatif berbasis digital dan pemasaran.

Menggali Potensi Wisata Lewat Observasi

Sebagai langkah awal, tim BBK 5 Unair melakukan observasi langsung ke lokasi Paralayang Watu Bayang pada 8 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami kondisi wisata dan potensi pengembangannya. Observasi ini memberikan wawasan mengenai kekuatan utama Watu Bayang, mulai dari keindahan alam hingga daya tarik paralayang sebagai magnet wisatawan.

"Tujuan utama kami adalah menemukan cara terbaik untuk mempromosikan Watu Bayang secara digital dan meningkatkan daya tariknya di media sosial," ujar salah satu PIC kegiatan, Adnyana. Hasil observasi ini kemudian menjadi dasar dalam pengembangan strategi branding berbasis digital untuk Desa Klangon. 

Sebagai bagian dari branding digital, BBK 5 Unair mengedukasi pengelola wisata tentang copywriting, editing video dengan CapCut, pemanfaatan AI seperti ChatGPT, dan strategi marketing campaign. Pelatihan ini dilakukan pada 25 Januari 2025 dengan tujuan agar pengelola wisata dapat mengembangkan konten promosi yang menarik dan relevan dengan audiens mereka.

Selain itu, BBK 5 Unair juga membantu optimalisasi Google Business Profile untuk meningkatkan visibilitas Paralayang Watu Bayang di mesin pencari Google. Dengan memanfaatkan fitur seperti ulasan pelanggan dan pembaruan informasi secara berkala, diharapkan wisata ini semakin mudah ditemukan oleh calon pengunjung.

Link Artikel




Rabu, 21 Januari 2026

Paralayang Gantole Cililin: Gak Perlu Ke Puncak Bogor, Wisata Paralayang Bisa Kamu Cobain di Bandung!

Paralayang Gantole Cililin: Gak Perlu Ke Puncak Bogor, Wisata Paralayang Bisa Kamu Cobain di Bandung!



Cobain deh salah satu sport tourism atau wisata olahraga paralayang (Paragliding). Mungkin selama ini masih banyak orang mengenal Puncak Bogor sebagai destinasi favorit untuk paralayang. Tapi sekarang kamu gak usah lagi jauh-jauh ke Puncak Bogor buat cobain paralayang. Karena di Bandung tepatnya di Kabupaten Bandung Barat ada wisata paralayang yang lagi hits dan gak kalah menariknya. Kamu bisa menikmati pemandangan perbukitan dan danau Saguling dari ketinggian sekaligus memacu adrenalin yang pastinya bikin deg-degan tapi kamu bakal puas sama pengalaman yang tak terlupakan. Dijamin bikin kamu ketagihan.

Lokasi Paralayang

Ya, seperti namanya Paralayang Gantole Cililin, destinasi wisata ini menjadikan bukit Gantole sebagai area take off paralayang. Tepatnya di Kampung Pasir Panjang, Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya berada pada ketinggian sekitar 1.630 mdpl memberikan sensasi asri, udara yang sejuk, dan pemandangan yang indah.

Jam Operasional dan Harga

Jam operasional di Gantole Cililin buka setiap hari. Namun, untuk kegiatan paralayang ini memiliki jam operasional tertentu yaitu dari jam 08.00 pagi sampai sore jam 17.00 karena kegiatan ini sangat bergantung pada kondisi cuaca. Jadi, pastikan untuk memilih waktu terbaik atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan para pemandu. Mengenai harga Paralayang Gantole Cililin, berdasarkan informasi di beberapa media sosial resminya, kamu cukup mengeluarkan dana sebesar 450.000 untuk bisa terbang didampingi oleh tandem paralayang yang akan memastikan kamu menikmati pengalaman terbang

Tips Aman untuk Paralayang

- Persiapan fisik dan mental

Pastikan kondisi fisik dan mental mu siap sebelum terbang. Tubuh yang bugar dan pikiran yang tenang penting untuk menjaga keseimbangan serta mengikuti instruksi dengan baik, sehingga pengalaman paralayangmu tetap aman dan menyenangkan.

- Gunakan Pakaian yang Nyaman

Pakailah pakaian yang nyaman, pakaian yang tidak membuatmu susah bergerak. Disarankan kamu menggunakan pakaian ringan, penyerap keringat, yang memudahkan kamu untuk bergerak, dan gunakan sepatu yang nyaman juga. Kamu juga akan diberikan beberapa alat pengaman lain oleh pemandu seperti helm dan sabuk pengaman.

- Ikuti Instruksi Pemandu

Pastikan kamu memperhatikan dan memahami setiap instruksi dari pemandu. Jangan melakukan hal-hal yang dilarang dan dapat membahayakan diri kamu sendiri. Tanyakan sedetail mungkin apa yang kamu tidak pahami atau yang mau kamu tanyakan.

- Hindari Cuaca Buruk

Sebelumnya udah dimention kalo kegiatan ini sangat bergantung pada kondisi cuaca. Jadi, pastikan kamu memilih waktu terbaik untuk berkegiatan ini seperti cuaca cerah, tidak hujan, tidak terlalu berangin/badai dan lain sebagainya.

Nah, itu dia beberapa informasi tentang Paralayang Gantole Cililin. Menarik bukan? Jadi, tunggu apa lagi, ayo dapetin pengalaman seru main paralayang di Gantole Cililin. 

Link Artikel




Nonton Skylancing Dunia di Bukit Lancing Lombok Gratis

Nonton Skylancing Dunia di Bukit Lancing Lombok Gratis    

Event paralayang internasional PGAWC (Paragliding Accuracy World Cup) Seri 3 bakal digelar di Skylancing Lombok - Indonesia bulan depan. Pihak panitia telah melakukan serangkaian persiapan untuk menyambut event akbar tersebut.

Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mendukung penuh penyelenggaran event tahunan tersebut.

Pihak Dinas Pemuda dan Olahraga NTB mengakui keberadaan Skylancing yang telah banyak dikenal mengukuhkan peran NTB sebagai lokasi yang representatif untuk pengembangan sport tourism.

Kegiatan ini sebagai salah satu bukti bahwa NTB khususnya Lombok dan Skylancing telah menjadi lokasi kegiatan spot tourism. PGAWC ini kan event paralayang skala internasional yang punya gengsi di kalangan komunitas paralayang. Dan ini diikuti oleh peserta yang masuk rangking dunia. Ini kali ketiga Skylancing berkesempatan menjadi tuan rumah.

Kadis yang akrab disapa Yiyit itu terus memantau perkembangan olahraga semacam itu di NTB. "Informasinya ini (PGAWC) kali terkahir, sebab pihak SkyLancing berencana mencoba menjelajah event lain yang sifatnya lebih banyak kepesertaan. Skylancing sudah tergabung dalam komunitas dan sedang menggagas event yang pesertanya umum. Ini sangat bagus untuk perkembangan sport tourism di NTB. Ini bagus sekali," kata Yiyit.

Berdasarkan informasi Skylancing telah dilirik oleh Pengprov FASI (Federasi Aerosport Indonesia) sebagai salah satu venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang telah menempatkan NTB dan NTT sebagai tuan rumah bersama.

SkyLancing juga sudah dilirik oleh Pengprov FASI yang telah melakukan kunjungan pada bulan Februari. Informasinya, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 untuk cabor FASI yang terdiri atas enam cabor akan memohon kepada KONI agar venuenya di NTB khususnya Skylancing.

Terhadap event PGWAC yang akan digelar bulan Mei mendatang, pihak Pemprov NTB telah menyiapkan sejumlah skema dukungan. Mengingat, event PGAWC tersebut juga masuk ke dalam satu dari 58 Calender of Event yang telah dirilis Pemprov NTB untuk tahun 2025.

Mantan Pj Walikota Mataram ini mengaku sudah bertemu dengan salah satu panitia, kami sedang memfasilitasi agar ada dukungan dari BUMD yang ada di NTB dan sudah saya sampaikan ke Pak Sekda, Pak Sekda juga sudah membuat surat kepada sejumlah BUMD. Semoga nanti mendapat dukungan sebab ini sangat membantu daerah dalam pencitraan sebagai daerah sport tourism.

Bagi masyarakat yang hendak menonton event PGAWC tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Hal tersebut diambil guna lebih mendekatkan olahraga paralayang ke masyarakat, khususnya di NTB. Event paralayang di SkyLancing telah membawa banyak hal bagi pengembangan daerah, khususnya di bidang olahraga dan pariwisata.

Memang jenis cabor ini menurut kebanyakan orang berbiaya tinggi. Tapi sebetulnya ketika ada keinginan atau kegemaran dalam menngemari hobi ini maka ada ruang yang bisa difasilitasi. Sebagai contoh teman-teman dari LANUD ZAM (Rembige) banyak sekali memfasilitasi termasuk komunitas-komunitas," bebernya.

"Ketika ini sudah beralih kepada selain olahraga misalnya bisnis ini sangat menjanjikan, dan itu larinya (mohon maaf) sudah ke industri olahraga. Sebagai contoh apa yang dilakukan oleh teman-teman di SkyLancing. Banyak hal yang bisa digerakkan dari event di Skylancing ini,"ujarnya.

Link Artikel

Mengenal Olahraga Paralayang : Sejarah, Izin, Kiprah Internasional

Mengenal Olahraga Paralayang : Sejarah, Izin, Kiprah Internasional



Melayang bebas di angkasa dengan hanya mengandalkan angin memang terdengar romantis dan penuh adrenalin. Namun di balik sensasi terbang yang ditawarkan paralayang, terdapat tanggung jawab besar yang tidak bisa diabaikan. 

Langit bukan ruang tanpa aturan. Ia adalah wilayah bersama yang harus dijaga keselamatannya. Karena itulah, aktivitas paralayang memerlukan izin resmi, bukan untuk membatasi kebebasan, melainkan untuk memastikan keselamatan penerbang, pengguna ruang udara lain, serta masyarakat di darat.

Regulasi ini menjadi fondasi penting agar olahraga udara tetap aman, tertib, dan berkelanjutan. Paralayang atau paragliding adalah salah satu olahraga dirgantara yang menawarkan sensasi terbang bebas dengan menggunakan sayap kain menyerupai parasut. 

Olahraga ini dilakukan dengan lepas landas menggunakan kaki dari tempat tinggi (seperti gunung, bukit, atau tebing) lalu melayang mengikuti arus udara hingga mendarat dengan presisi di titik yang ditentukan. Selain sebagai sarana rekreasi dan wisata ekstrem, paralayang juga berkembang pesat sebagai cabang olahraga kompetitif berprestasi.

Secara organisasi, paralayang di Indonesia berada di bawah naungan Pusat Layang Gantung Indonesia (PLGI), yang merupakan induk organisasi cabang olahraga ini. PLGI sendiri bernaung di bawah Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), organisasi resmi olahraga dirgantara nasional.

Keberadaan struktur organisasi ini menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet, regulasi keselamatan, serta penyelenggaraan kejuaraan di tingkat nasional dan internasional.

Dalam sejarahnya, paralayang termasuk olahraga ekstrem yang memacu adrenalin tinggi. Atlet dituntut memiliki keberanian, ketenangan, kemampuan membaca cuaca, serta keterampilan teknis yang matang. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal, sehingga disiplin, latihan berkelanjutan, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi kunci utama.

Di Indonesia, paralayang awalnya dikenal dengan sebutan terjun gunung. Salah satu tonggak awal kemunculan olahraga ini adalah berdirinya Kelompok Terjun Gunung Merapi di Yogyakarta. Selain itu, peran Bernard Fode, seorang warga negara Prancis yang menetap di Bali pada tahun 1990, turut memberi warna penting. Ia memulai aktivitas terbang paralayang di Pantai Timbis, Bali, yang kemudian dikenal sebagai salah satu lokasi ikonik paralayang di Indonesia. 

Link Artikel



Indonesia Punya Lebih dari 100 Spot Paralayang, Siap Dikembangkan

Indonesia Punya Lebih dari 100 Spot Paralayang, Siap Dikembangkan KOMPAS.com – Pelopor paralayang Indonesia yang juga anggota Asosiasi Pener...